Berita

STP BALI SELENGGARAKAN UJI KOMPETENSI BIDANG PARIWISATA BERBASIS DIGITAL
17 May 2019 | Komentar

NUSA DUA – Anda yang kini bergelut di dunia pariwisata dan belum memiliki Sertifikat Kompetensi? Tidak perlu bingung! Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STP Bali akan menyelenggarakan uji kompetensi bidang pariwisata berbasis digital selama tahun 2019 ini. Targetnya  selama tahun 2019 ini,  ada 6000 Sertifikat Kompetensi Pariwisata yang akan diterbitkan oleh LSP STP Bali. Tertarik, ayo ikutan uji kompetensi berbasis digital ini di LSP STP Bali.

LSP STP Bali merupakan Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah dilisensi oleh BNSP untuk menyelenggarakan uji kompetensi di bidang Pariwisata. LSP STP Bali telah menyiapkan  83 Asesor dan 1975 Asesi, dimana pada tahun 2019 ini LSP STP Bali ditargetkan akan menyerahkan sebanyak 6.000 Sertifikat Kompetensi Pariwisata.

“Ada yang menarik untuk pelaksanaan LSP tahun ini (2019) oleh LSP STP Bali. Semua serba digital. Semua dilakukan secara online yang disebut e-Serma (elektronik sertifikasi mahasiswa) STP Bali. Jadi mahasiswa kini lebih dimudahkan untuk daftar secara online dan untuk uji tulis juga menggunakan google form sehingga nilai langsung diketahui,” kata Ketua STP Bali, Dewa Gede Byomantara.

Untuk teknisnya, ada  beberapa tahap dilewati  untuk mengikuti LSP yaitu, pertama perlu adanya sosialisasi mengenai keberadaan LSP itu sendiri. Kedua, soal skema yang akan diujikan. Di dalam skema tersebut akan ada unit-unit yang akan diujikan dan setelah itu mahasiswa akan lanjut mendaftar dengan  mengisi formulir  APL 1  yaitu permohonan untuk mengikuti uji kompetensi, kemudian ada APL 2 yaitu Asesmen mandiri yang menjelaskan mahasiswa tersebut sudah menyatakan dirinya sudah berkompeten. Selanjutnya akan dilakukan pra asesmen yang akan menentukan mereka bisa atau tidaknya melanjutkan uji tersebut.

Ketua STP Bali, Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed mengatakan kegiatan uji kompetensi ini diharapkan dapat memotivasi tenaga kerja pariwisata memiliki sertifikat kompetensi pariwisata dengan standarisasi minimal. Selanjutnya mereka harus mengembangkan kemam`puannya lagi agar bisa lebih berkompetensi dan bersaing di industri atau dunia tenaga kerja di sector pariwisata.

Sementara I Wayan Jata, S.Sos.,M.Fil.H,  Manajer Sertifikasi dan Standarisasi mengungkapkan bahwa sangat penting mahasiwa untuk memiliki sertifikasi LSP untuk terjun ke dunia industry.  Ia  berharap melalui LSP ini Bali dapat melahirkan tenaga kerja yang berkompeten yang dapat turut serta memajukan kepariwisataan Bali khususnya dan Indonesia umumnya. (*)

Bagikan :

Selengkapnya

11 Jul 2019
Seminar Riset Terapan HospItaliti dan Kepariwisataan oleh Mahasiswa S2 STP Bali
Detail
10 Jul 2019
Seleksi Pertukaran Pelajar STP Bali ke Victoria University Polytechnic Berlangsung Ketat
Detail
Facebook